Budidaya Tanaman | Budidaya Tanaman Pangan | Budidaya Tanaman Buah | Budidaya Tanaman Hias| Budidaya Tanaman Obat I Budidaya Tanaman Hortikultura | Usaha Budidaya Tanaman

Senin, 16 Juni 2014

Sumatera Daerah Dengan Perkebunan Kelapa Sawit Terbesar di Indonesia

Sumatera Daerah Dengan Perkebunan Kelapa Sawit Terbesar di Indonesia - Kelapa sawit merupakan komoditi andalan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan minyak sawit dunia, komoditi ini menempati komoditi ekspor ketiga setelah kopi dan karet. Dengan kondisi geografis alam Indonesia yang sangat cocok untuk budidaya tanaman kelapa sawit, maka tidak heran apabila jika para investor banyak yang menanamkan modalnya di Indonesia guna membuka perkebunan kelapa sawit, saat ini beberapa wilayah yang telah memiliki perkebunan kelapa sawit antara lain Sumatera, Kalimantan, Papua serta pulau lainnya.

perkebunan sawit, perkebunan kelapa sawit, kebun sawit, kebun kelapa sawit, budidaya tanaman kelapa sawit
Perkebunan Kelapa Sawit yang ada di Indonesia


Saat ini Sumatera adalah daerah yang memiliki Perkebunan Kelapa Sawit Terbesar Di Indonesia, karena memang sejarah awal dimulainya pembukaan perkebunan adalah di daerah Sumatera Sumatera. Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dunia terhadap minyak kelapa sawit dari Indonesia, menjadikan perkembangan luas area perkebunan kelapa sawit semakin bertambah. Dibawah ini admin akan menyampaikan sedikit tentang sejarah awal kelapa sawit di Indonesia, dikutip dari buku berjudul KELAPA SAWIT, dengan penerbit Penebar Swadaya.

Riwayat Kelapa Sawit Di Indonesia
Kelapa sawit masuk ke Indonesia sekitar tahun 1848, namun tanaman kelapa sawit yang didatangkan ke Indonesia pada mulanya hanya dijadikan sebagai tanaman hias untuk taman, jalan serta pekarangan dan juga dijadikan tanaman hias langka Kebun Raya Bogor, hal itu berlangsung cukup lama.

Pada masa itu, Pemerintah Kolonial Belanda membawa masuk 4 batang bibit pohon kelapa sawit, masing-masing 2 pohon dari  dan 2 pohon dari Amsterdam, bibit  kelapa sawit tersebut lalu ditanam di Kebun Raya Bogor, dari hasil anakan yang diperoleh lalu dipindahkan ke daerah Deli, Sumatera Utara. Didaerah ini, selama beberapa dekade, tanaman kelapa sawit yang sudah banyak berkembang biak masih dijadikan sebagai tanaman hias di sepanjang jalanan Deli.

Pemerintah kolonial Belanda, sebenarnya sudah mengetahui banyak tentang nilai ekonomis dari tanaman kelapa sawit, sehingga pada saat itu mereka berusaha untuk menimbulkan minat masyarakat terhadap usaha budidaya tanaman tanaman kelapa sawit. Karena tercatat beberapa kali pemerintah kolonial belanda melakukan percobaan penanaman kelapa sawit yang juga disertai dengan melakukan kegiatan penyuluhan di daerah Muara Enim pada tahun 1869, di daerah Musi hulu tahun 1870, serta di daerah Belitung tahun 1890. Namun hasiln yang didapatkan belum memuaskan karena masarakat masih memiliki keraguan akan nilai ekonomis  dari perkebunan kelapa sawit, serta masih belum menguasai dan mengetahui pemrosesan kelapa sawit untuk dijadikan minyak sawit. Sehingga, peran kelapa sawit masih tetap menjadi sekedar tanaman penghias jalan.

Dimulainya Budidaya Kelapa Swait Secara Komersial
Pembudidayaan tanaman kelapa sawit secara komersial dimulai pada tahun 1911, Adrian Hallet merupakan orang pertama yang merintis usaha budidaya tanaman kelapa sawit secara komersial, Adrian Hallet adalah seorang warga negara Belgia yang telah banyak belajar mengenai kelapa sawit di afrika. Ia kemudian meulai mengusahakan perkebunan sawitn pertamanya di daerah sungai Liput (Aceh) dan daerah Pulu Radja (Asahan). Usaha Hallet ini lalu di ikuti oleh seorang warga negara Jerman bernama K. Schadt, ia mengusahakan perkebunan sawit di Tanah Itan Ulu - Deli.

Kemungkianan pada saat itu K. Schat menggunakan bibit kelapa sawit sawit Deli, karena jenis kelapa sawit ini pada waktu itu telah banyak berkembang di Deli (perkiraan ini timbul sebab perkebunan milik K.Schat berada di daerah Deli). Mengenai kelapa sawit Deli ini, Adrian Hallet memiliki pendapat yang sangat menarik; yaitu jenis kelapa sawit Deli lebih produktif, karena memiliki komposisi buah yang lebih baik apabila dibandingkan dengan jenis kelapa sawit asal Pantai barat afrika. Budidaya kelapa sawit komersial yang dilakukan oleh Adrian Hallet ini, juga diikuti K. Schadt, masa ini juga menandai kelahiran perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Perkembangan pengusahaan budidaya kelapa sawit pada masa penjajahan Belanda dan masa pengalihan perkebunan asing oleh pemerintah.

Masa Penjajahan Belanda
Pada masa penjajahan belanda, perkebunan kelapa sawit yang ada di Indonesia, lokasinya masih berada di daerah Pantai Timur Sumatera (Deli) dan daerah Aceh, kemudian berkembang secara pesat. Menurut FC. Van Heurn dalam CJJ.van Hall & C. van De Koppel, sebagaimana dikutip oleh Soetrisno & Retno winahyu (1991), ekspor minyak dan inti sawit mereka dimulai tahun 1919 dan tahun 1923, masing-masing sebanyak 576 ton dan 850 ton. Ketika itu, permintaan minyak sawit dipasaran dunia sedang meningkat ini tidak terlepas dari makin berkembangnya indrustri - industri yang ada di Eropa.

Pada mulanya perkebunan-perkebunan kelapa sawti tersebut hanya dimiliki secara perorangan. Kemudian didalam perkembangannya, usaha perkebunan kelapa sawit ini digantikan oleh perusahaan perkebunan milik pihak swasta Belanda, Perancis, dan Belgia yang memiliki modal besar.

Beberapa prestasi yang berhasil diraih oleh perkebunan kelapa sawit indonesia pada masa itu, antara lain:
  • Luas Areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia semakin bertambah luas dimana tahun 1916 seluas perkebunan hanya 1.272 ha, berkembang menjadi 92.307 ha pada tahun 1938.
  • Indonesia telah mampu membangun pabrik pengolahan minyak sawit modern serta pendirian balai-balai penelitian kelapa sawit, sehingga teknis budidaya tanaman kelapa sawit serta managament perkebunan kelapa sawit tidak lagi menjadi suatu masalah.
  • Ekspor minyak sawit Indonesia mampu mengungguli produksi dari negara - negara Afrika Barat selaku pengekspor utama minyak sawit dunia.

Akan tetapi perkembangan perkebunan kelapa sawit tersebut justru menjadikan kepiluan bangsa Indonesia. Betapa tidak, hasil perolehan dari ekspor minyak sawit hanya sekedar meningkatkan perekonomian negara asing khususnya Belanda, Tanah milik warga setempat banyak yang diambil paksa oleh pemerintah kolonial terkena perluasan areal perkebunan, dan banyak juga warga negara kita yang berasal dari daerah jawa terikat menjadi ”kuli kontrak” buruh perkebunan kelapa sawit yang dibayar upah sangat minim, bahkan tidak jarang pula mereka dipelakukan tidak manusiawi layaknya budak belian.

Masa Pendudukan Jepang
Ketia masa ini, luas areal perkebunan sawit serta produksi minyak sawit di Indonesia menurun drastis, Bahkan, ketika diawal tahun 1943, pemerintah pendudukan Jepang melakukan npenghentian produksi perkebunan kelapa sawit yang ada di indonesia secara keseluruhan.

Terdapat 3 hal yang menyebabkan pemerintah pendudukan Jepang melakukan penghentian produksi kelapa sawit, antara lain:
  • Guna mendukung kebutuhan logistik perang, Jepang lebih mengutamakan produksi tanaman pangan jika dibandingkan tanaman perkebunan. Data statistik yang ada menyebutkan, bahwa selama periode pendudukan Jepang, luas lahan perkebunan kelapa sawit berkurang 16% dari luas perkebunan yang ada sebelumnya.
  • Permintaan minyak sawit dunia sedang meunurun.
  • Distribusi produk kelapa sawit untuk pengangkutan ke luar negeri sangat sulit karena dalam masa perang, untuk alasan kemamanan pihak pendudukan Jepang lebih memilih untuk menyimpan produk-produk kelapa sawit pada gudang-gudang yang berada di pelabuhan maupun gudang perkebunan.
Itulah artikel Sumatera Daerah Dengan Perkebunan Kelapa Sawit Terbesar di Indonesia yang bisa kami sampaikan, terima kasih telah berkunjung.

Sumatera Daerah Dengan Perkebunan Kelapa Sawit Terbesar di Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Al Fatih Jamil

3 komentar :

  1. JUAL BONGKAHAN BACAN DOKO SUPER
    ASLI DARI HALMAHERA SELATAN ( PULAU KASIRUTA )
    BAHAN BACAN SUPER KRISTAL MALUKU UTARA.
    Kondisi bahan ;.
    - Bahan / rough bacan doko asli bukan sintetis.
    - Bahan tua (galian lama).
    - Kualitas super kristal- Sudah tembus.
    - Bahan keras dan padat.
    - Siap gosok poles.
    - Daging utuh, tanpa kapur.
    - Tidak rapuh, tidak mudah pecah / retak.
    - Deskipsi sesuai apa adanya, harap diperhatikan dengan baik
    Daftar harga :
    1 0ns ; Rp 750.000rb
    5.ons Rp.2.500.000
    1.kg Rp 3.750.000
    5 kg Rp 10.000.000
    10 Kg Rp 17.500.000
    15,kg Rp.20,000,000,
    Melayani Pembelian Per Kilo Dan Per Ons Untuk Bongkahan
    Kita Juga Melayani Pembelian Luar Daerah Dan Luar Kota
    setiap pembelian perkilo dapat bonus 1 permata batu bacan dan bongkahan batu bacan ukuran kecil Origin,
    untuk yg mau pesan hub ;
    Hp.; 0812 4195 6724
    pin : 27BD397E
    adapun cara transakai,anda bisa datang langsung ke rumah kami. alamatnya di jl buana seli rt 016 rw 002,
    desa/kel ;labuhan, kec ;bacan, kab ; halmahera selatan, prov ; maluku utara.
    barang juga bisa kami kirim lewat jasa pengiriman tiki,jne,pos,muatan udara dan lewat kargo bandara.setelah barang
    dikirim, kami akan berikan bukti resi pengirimannya.
    INGAT..!!!!! HATI-HATI PENIPUAN DENGAN HARGA MURAH SALAH ORANG ANDA BISA TERTIPU.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalamualaikum wr.wb mohon maaf kepada teman teman jika postingan saya mengganggu anda namun apa yang saya tulis ini adalah kisah nyata dari saya dan kini saya sangat berterimah kasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala atas bantuan pesugihan putihnya tampa tumbal yang sebesar 15m kini kehidupa saya bersama keluarga sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya,,saya sekaran bisa menjalanka usaha saya lagi seperti dahulu dan mudah mudahan usaha saya ini bisa sukses kembali dan bermanfaat juga bagi orang lain,,ini semua berkat bantuan Mbah Rawa Gumpala dan ucapa beliau tidak bisa diragukan lagi,bagi teman teman yang ingin dibantuh seperti saya dengan pesugihan putih bisa anda hubungi di no 085 316 106 111 jangan anda ragu untuk menghubuni beliau karna saya sudah membuktikannya sendiri,karna Mbah tidak sama seperti dukun yang lain yang menghabiskan uang saja dan tidak ada bukti sedankan kalau beliau semuanya terbukti nyata dan sangat dipercay,,ini unkapan kisah nyata dari saya pak Rudi di semarang.Untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah di ��PESUGIHAN PUTIH TANPA TUMBAL��

      Hapus
  2. Saya TKW TKI asal tasikmalaya jawa barat,skrg saya tinggal di kota jihan arab saudi sebagai pembantu,Saya sering di pukuli dan di maki majikan.Saya ulfa zulfi tdk tahan dgn perlakuan majikan,saya tdk pernah di ijinkan pulang ke indonesia,selain itu saya sering di perjualbelikan di pihak ke tiga tanpa mendapatkan hak-hak saya.Majikan perempuan saya sering memukuli saya.Dan sekarang ini majikan saya mau memperjualbelikan saya dgn harga sebesar 35 riyal saudi.Saya ingin pulang,majikan mengatakan biaya harus di tanggung sendiri,saya pusing memikirkannya,saya coba menghubungi teman saya sepropesi di kota apha ternyata hpnya masih aktif,lalu saya ceritakan kejadian yang menimpaku,teman saya peduli dgn saya.lalu dia pun bercerita kapada saya katanya dia dapat angka ghoib atau angka 4D dari Mbah Karwo Marisyam yaitu 2292 dia pasang dan angka ini tembus 100% togel singapura,dan teman saya menang 450 juta.kebutuhan keluarga teman saya sudah terpenuhi dan sebagian katanya di tabung di bank utk persiapan kedepannya.Saya pun minta bantuan sama teman saya,katanya nomor hp Mbah Karwo Marisyam dia dapat dari internet lalu saya minta nomor hpnya,lalu saya hubungi Mbah Karwo Marisyam utk meminta bantuannya.singkat cerita saya pun di beri angka ghiob juga dan tembus 4D atau 4 angka.Terimakasih Mbah Karwo Marisyam.Dan akhirnya saya melapor ke posportki utk di pulangkan ke indonesia.bagi teman2 yg ingin mencoba keberuntungan melalui jalur togel,ini ada nomor hp Mbah Marisyam 0852 3162 7267pesan saya; jgn putus asa,mentari msh bersinar,msh ada harapan utk hari esok.tak ada salahnya anda mencoba keberuntungan dari angka ghoib/ritual Mbah Karwo Marisyam.trmksh..

    BalasHapus